PARTNER

Sabtu, 04 Desember 2010

Orang Miskin Dilarang Ke Warteg

Ah ada – ada saja, sampai wartegpun dikenai pajak. Sebenernya bukan pajaknya itu sih, tapi bagaimana timbal baliknya ke masyarakat. Tidak adil kalau pajak dinaikan tapi pelayanan tidak ada peningkatan. Mungkin Jakarta mau meniru Singapura yang memang terkenal dengan pajaknya yang sangat tinggi. Tapi sayangnya baru mencontek tingginya pajak saja, tapi pelayanannya belom bisa dicontek.
Kalau singapura tu wajar bos, pajaknya gede. Lihat fasilitas publiknya, lihat taman kotanya, lihat jalan – jalannya, lihat rambu – rambu lalu lintasnya, lihat masyarakatnya. Intinya tingginya pajak berbanding lurus dengan apa yang diberikan pemerintah kepada masyarakatnya.
Tapi Jakarta? Janji kampanye juga belom ditepati. Banjir saja masih dijawab secara normatif. Ujung – ujungnya cuaca juga yang jadi kambing hitam. Padahal hujan gak sempet membayangkan atau bermimpi bahwa dirinya bakal disulap jadi binatang yang bernama kambing hitam. Kasian dikutuk.
Lain banjir, lain juga kemacetan. Anda pikir saja sendiri …

Tidak ada komentar: