PARTNER

Kamis, 21 Februari 2008

fungsionalisme media


fungsionalisme media
jika ada sebuah pohon yang runtuh di tengah hutan, dan media tidak melaporkannya / tidak memberitakannya, maka apakah pohon itu benar - benar runtuh??? ini merupakan sebuah pernyataan bahwa fungsi utama dari media adlah untuk menciptakan sebuah realitas. apakah implikasi dari pernyataan tersebut? sesuatu dapat dikatakan fungsional jika ia memiliki kontribusi dalam memelihara kondisi dan stabilitas apapun dimana hal ini termasuk kedalam bagian itu sendiri. dan hal ini menjadi tidak berfungsi ketika ia menjadi faktor ketidakstabilan. bagaimanapun juga, radio dan televisi dapat dikatakan fungsional ketika ia menyediakan sejumlah data dan informasi berharga bagi masyarakat, meginformasikan sebuah produk, memenuhi pola - pola konsumsi, dimana hal ini memberikan angin segar untuk pemeliharaan ekonomi pasar, serta memperkuat posisi nilai status quo lewat hampir diseluruh bagian proses produksi. mendasarkan pada analisis sosiologis hal tersebut diatas juga merupakan fungsi - fungsi yang memang diharapkan dan sekaligus juga merupakan fungsi - fungsi yang tidak diharapkan. sebagai contoh, fungsi utama dalam sebuah program berita mungkin disajikan guna menginformasikan kepada audiens, disisi lain fungsi laten yang dimilikinya mungkin bermaksud untuk mendoktrin audiens tentang nilai dan kepercayaan - kepercayaan tertentu. sebuah berita dan program tertentu mungkin juga tidak fungsional sebagaimana yang diharapkan, oleh jangkauan mereka, untuk menggambarkan sebuah kondisi dunia yang lebih penuh dengan kekerasan sebagaimana yang sebenarnya terjadi. hal - hal tersebut mungkin keduanya merupakan sebuah kesadaran atau ketidaksadaran dari efek penyebaran sebuah berita. kalangan jurnalis mungkin melakukan protes bahwa mereka sebenarnya tidak melakukan doktrin kepada audiensnya, sebaliknya hanya semata - mata untuk memberikan informasi saja kepada audiens. akan tetapi dalam memilih sebuah kejadian yang akan diberitakan, dalam editing, pembuatan naskah berita dan memilih program berita manakah yang akan menjadi prioritas utama, tentu saja mereka memberikan dan menawarkan sebuah pandangan dunia tertentu dalam memahami sebuah kejadian. analisis sosiologis tertarik untuk memahami peran media dalam mencitrakan sosok perempuan, sosok gay, orang kulit hitam, remaja, dan bahkan mereka yang divable. hal ini memberikan anggapan bahwa penonton selalu mengidentifikasi dirinya dengan sosok pahlawan dalam produksinya dalam rangka apa yang mereka lihat dalam menciptakan identitas mereka sendiri. anda dapat dengan berguna merefleksikan hal ini, pernahkah diri anda sendiri terperangkap dalam karakter - karakter tokoh dalam film tertentu? jelas sekali, media memiliki fungsi laten yang secara umum menghasilkan sebuah praktik sosial yang disebut sebagai "social teaching". kaum analis sosiologi menekankan bahwa nilai - nilai yang terdapat dalam karakter - karakter tokoh yang digambarkan dalam media, disajikan untuk audiens, yang didalamnya terdapat nilai - nilai kemasyarakatan tertentu, nilai - nilai tersebut disimpulkan menjadi sesuatu hal yang penting oleh media, sebagaimana mereka mempengaruhi nilai - nilai masyarakat, dimana ia berbalik memberikan pengaruh terhadap perilaku mereka. contohnya, kaum perempuan kerapkali dicitrakan sebagai sosok idiot yang tertarik untuk menggunakan sabun pembersih yang baru, atau yang bersikeras ingin berjalan sendirin dalam kegelapan malam padahal dia tau bahwa seorang maniak tengah menunggu. lihat karakter lainnya, seperti gay dan lesbian. lewat perspektif sosiologi, peran media menekankan pada individual bahwa mereka dilihat sebagai representasi dari kelompok - kelompok sosial tertentu. apakah anda merasa bahwa pencitraan negatif terhadap kelompok tertentu tersebut menimbulkan sebuah konsekuensi negatif bagi mereka dalam masyarakat. ini hanyalah penjelasan singkat dari perspektif atau pendekatan sosiologis dalam analisis medi, dan khususnya dalam konteks fungsionalisme.

Rabu, 20 Februari 2008

iklan dan ideologi


iklan sebagai sebuah ideologi
Tujuan dari iklan
iklan mengajak dan memaksa orang untuk menggunakan sesuatu, dimana perilaku - perilaku konsumsi ini ditujukan untuk memelihara jalannya ekonomi pasar. periklanan memiliki dua tujuan yakni tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. akan tetapi tujuan yang paling utama dan yang paling tercapai secepatnya adalah bagaimana caranya dapat menjual barang serta misi jangka panjangnya adalah memastikan terciptanya sebuah sistem pasar yang kondusif bagi dirinya. untuk mencapai tujuan - tujuan itu, maka mereka harus berhasil merubah perilaku, gayahidup, kebiasaan, hobi dan preferensi, dimana pada saat yang sama, pemeliharaan kondisi sistem pasar merupakan keuntungan dari perubahan - perubahan tersebut. kekuasaan dan kemampuan media dalam membuat tampilan produk - produk yang bisa mensimulasikan keinginan konsumen, kini telah menjadi sebuah fenomena diseluruh dunia, sebagai sebuah media massa dan periklanan massa, mereka telah jauh masuk dan mengintervensi hampir kedalam seluruh budaya diseluruh dunia. periklanan lebih awal telah digantikan menjadi sebuah kajian etika dalam konteks mendorong seseorang, untuk menjadi konsumen, untuk berusaha keras, dengan demikian iklan harus dilihat sebagai pusat yang menduduki peranan penting dalam masyarakat kapitalis. metodologi marxist matodologi marxist menyediakan sebuah alat analitis yang cukup tajam dalam memahami arti politis yang menyebar keseluruh bagian dalam masyarakat kontemporer, dan hal ini lebih populer terutama hubungannya dengan harapan masyarakat yang begitu kuat dan keinginan untuk menciptakan kondisi yang lebih sejajar (egalite) dan kondisi dunia yang penih dengan perikemanusiaan. berdasarkan analisis marxist, keterasingan akan muncul semakin kuat ketika rasa kebersamaan / naluri sosial masyarakat semakin berkurang. lalu apa yang akan ditawarkan dan dikatakan oleh iklan kepada masyarakat, jika kamu tertarik dengan isu tersebut, maka belilah sesuatu. komunitas penyiaran harus mampu merefleksikan kondisi iklan yang cenderung dinamis ini, dimana difahami lebih dari sekedar alat perdagangan, akan tetapi hal ini sebaiknya dilihat juga sebagai sebuah kekuatan untuk menguasai kehidupan kita sehari - hari dan mendominasi serta yang mengubah hubungan sosial yang sebelumnya telah terjalin. bagaimanapun juga, inilah apa yang dinamakan sebagai ideologi. metodologi semiotik bayangkan sosok detektif favorit anda ketika ia tengah mencari sebuah petunjuk, ini merupakan apa yang dinamakan sebagai pendekatan semiotik yang mengharapkan kita untuk menjadi penerjemah sebuah iklan. semuanya merupakan sesuatu yang sangat penting, baik iu dalam koran, radio atau dalam iklan televisi dimana mereka mengharapkan untuk menyampaikan sebuah pesan yang memang telah diharapkan. tanda - tanda visual dalam surat kabar dan iklan televisi mencakup; pakaian, struktur wajah, bahasa tubuh, umur dan gender. dan dalam iklan radio tanda - tada itu berupa tanda - tanda verbal. kata - kata digunakan, pertanyaan diajukan, pengakuan ditawarkan, negosiasi dibuat, serta metapora - metapora dan pengibaratan digunakan. kata - kata yang digunakan dalam iklan radio merupakan sebuah bentuk tanda dan pengertian dari kata tersebut berdasarkan pada kesepakatan - kesepakatan dan harus dipelajari jika tanda - tanda tersebut telah berhasil menjadi sebuah pola - pola komunikasi yang efektif. mengenali bahwa komunitas media ini berjalan dalam sebuah kondisi pasar, dimana hal ini pasti berkaitkan dengan kepentingan finansial sehingga ia mampu hidup terus,lantas dapatkah kita mengembangkan sebuah pendekatan etis kepada periklanan yang telah dibawa oleh komunitas media.

Media Ecology


Ekologi Media
ekologi media atau media ecology merupakan salah satu kajian interdisipliner dari teori media yang didalamnya melibatkan kajian tentang lingkungan dan industri media. berdasarkan pada asosiasi ekologi media, ekologi media dapat didefinisikan sebagai kajian industri lingkungan media, ide nya bahwa teknologi dan teknik - teknik, model - model komunikasi dan kode - kode komunikasi memainkan sejumlah peranan penting dalam kehidupan manusia. definisi pada tahun 1977, Marshall McLuhan mengatakan bahwa ekologi media berarti menyusun beberapa media yang beragam guna membantu sesama sehingga mereka enggan untuk keluar dari rangkaian tersebut atau tatanan yang telah terbentuk tersebut, karena pada hakikatnya mereka saling menunjang satu sama lainnya. misalnya, radio mungkin memiliki peranan yang lebih besar daripada televisi dalam membantu anda dalam hal yang berhubungan dengan kemampuan literasi, akan tetapi televisi mungkin juga memberikan bantuan yang sangat besar dalam mengajarkan kita tentang masalah kebahasaan. terinspirasi oleh McLuhan, Neil Postman mendirikan sebuah program kajian ekologi media di New York University pada tahun 1971. dia menjelaskannya sebagai berikut ; ekologi media melihat pada masalah mengenai bagaimana media mempengaruhi persepsi manusia, pemahaman, perasaan, dan nilai - nilai, dan bagaimana interaksi kita dengan fasilitas - fasilitas media yang tersedia atau menghalangi berbagai kesempatan yang tersedia untuk bertahan hidup. istilah ekologi manyangkut masalah kajian terhadap lingkungan mengenai strkturnya, isi dan pengaruhnya terhadap manusia. bersama dengan McLuhan dan Postman, ekologi media kemudian meluas kepada yang lainnya seperti dalam kajian Harold Innis, Walter Ong, Lewis Mumford, Jacques Ellul, Eric Haveock, Susanne Langer, Erving Goffman, Edward T Hall, George Herbert Mead, Margaret Mead, Levi-strauss, Lee Whorf dan Gregory Bateson. istilah ekologi media telah digunakan pula dalam konteks media massa untuk sesuatu yang cukup berbeda-deskripsi perkembangan industri media dan bagaimana mereka mempengaruhi publik. istilah ini banyak digunakan diwilayah asia dimana istilah ini digunakan secara luas dalam dunia bisnis dan dalam konteks konsumen.

kajian media


Kajian Media
kajian media merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari masalah institusi, sejarah dan efek media. kajian media didalamnya menggunakan berbagai macam teori dan metode dari beberapa disiplin keilmuan yang meliputi komunikasi politik, ilmu komunikasi, sosiologi, teori sosial, teori literasi, pengaruh media, kajian film/video, antropologi budaya, kajian budaya, filsafat, kajian museum, kritik seni/sejarah seni, teori informasi dan ilmi ekonomi. kajian media dalam konteks tradisi ilmu sosial seperti kajian komunikasi, sosiologi dan ekonomi, termasuk kedalam disiplin ilmu yang menitikberatkan pada masalah media massa, unsur - unsur politisnya, konteks sosial, kepentingan ekonomis, dan peran budaya serta dampak yang ditimbulkan dari penciptaan dan pendistribusian isi media kepada khalayak luas.kajian media dalam konteks humaniora seperti teori literasi, kajian film/video, kajian budaya, dan filsafat, menitikberatkan pada masalah konstitusi media dan mencoba menjawab pertanyaan sejauh mana media membentuk atau menciptakan tentang apa yang disebut sebagai pengetahuan dan segala sesuatu yang dapat dikomunikasikan. tema - tema penting dalam kajian media sebagai sebuah kajian yang interdisipliner, kajian media memiliki beberapa tema - tema penting dalam memahami media, meliputi;
  • 1. produksi isi media
  • 2. kajian khalayak dan efek media
  • 3. komunikasi massa
  • 4. jurnalisme
  • 5. ekonomi politik media
  • 6. komunikasi interpersonal
  • 7. sosiologi kultural
meskipun kebanyakan proses produksi dan praktik - praktik jurnalisme terdapat dalam kajian media dengan memiliki tujuan yang bersifat kontekstual (fourth estate) akan tetapi kedua istilah tersebut sebenarnya tidak bisa dipertukarkan satu sama lainnya. beberapa kajian lainnya yang termasuk dalam kajian media, seperti kajian khalayak, kajian produser, kajian televisi dan kajian radio. kajian film sering menjadi salah satu kajian yang terpisah, lewat kajian televisi dan kajian terhadap video games berkembang diluar disiplin kajian media, sebagaimana hal ini awalnya telah dibuat berdasarkan dasar - dasar teori kritis seperti psikoanalisis, feminisme dan marxisme.teori kritis media melihat pada cara bagaimana kepemilikan media, produksi media dan distribusi informasi bisa memberikan dampak dan pengaruh kepada masyarakat dan menyediakan beberapa alasan - alasan yang lazim bagi kelompok sosial konservatif (efek media), liberal, dan sosialis (korporasi dan kajian sosial), kajian dampak - dampak dan teknik - teknik yang dipraktikan dalam periklanan merupakan salah satu sudut dari kajian media. kajian media kontemporer meliputi analisa terhadap media - media yang baru/mutakhir seperti internet, video games, perangkat mobile, televisi interaktif, dan bentuk media massa lainnya yang terlahir dan berkembang sejak sejak tahun 90-an. karena teknologi - teknologi mutakhir tersebut memungkinkan lahirnya pola - pola komunikasi instan baru yang bersifat nirbatas, menjangkau seluruh dunia seperti dalam chat-room, pesan instan, video-games online, video-conference). komunikasi interpersonal merupakan salah satu elemen penting dalam kajian media - media baru ini. factor lainnya yang mempengaruhi kajian media kontemporer adalah masalah globalisasi : perdebatan masalah globalisasi sebagai sebuah urutan kejadian sejarah atau sebagai sebuah konstruksi sosial. komunikasi politik dan ekonomi politik media pada awalnya, kajian media erat kaitannya dengan politik dan masalah perang (Guo & Wu, p.276) seperti riset kampanye dan propaganda perang. komunikasi politik paling utama mengkaji hubungan yang tercipta antara politikus, pemilih, dan media. hal ini menitikberatkan pada analisis efek media. berikut adalah empat teori utama dalam kajian efek media ; teori peluru, two step flow communications (lazarsfeld,1948), limited effect (lang & lang, 1935), dan spiral kesunyian (spiral of silence) (noelle-neumann, 1984), adn juga masih banyak lagi penelitian - penelitian lainnya yang mempelajari teknik - teknik dalam komunikasi politik seperti retorik, simbolisme dll. pada akhir abad pertengahan, ekonomi politik telah memainkan peranan yang cukup penting dalam literasi kajian media. teori nya mendapatkan sebuah penilaian yang buruk dalam kajian media ditandai dengan lahirnya sebuah karya dari Edward.S.Herman dan Noam Chomsky dalam "manufacturing consent" yang diterbitkan pada tahun 1988. dalam buku ini pengarang mendiskusikan mengenai bagaimana industri media di amerika berjalan, dimana mereka menggunakan istilah model propaganda. model tersebut menjelaskan desentralisasi dan sistem pasar non-konspirasional dalam kontrol dan prosesnya, meskipun sewaktu - waktu ada pihak pemerintah atau pihak lainnya seperti kepentingan lainnya yang mungkin mengambil inisiatif dan menggerakan sejumlah elit media untuk mengendalikan isu apasaja yang akan dibuat dan didistribusikan kekhalayak. kajian budaya center for contemporary cultural studies (CCCS) didirikan oleh Richard Hoggart dan Stuart Hall di university if Birmingham pada tahun 1964. sejalan dengan perkembangan faham marxisme pada tahun 60-an, CCCS mengambil teori - teori kritik dalam konteks arah yang baru, menitiberatkan pada pertanyaan seputar masalah media dan power/kekuasaan, hal ini merupakan bagian dari paradigma etnografi dan semiologi Hall. CCCS telah menjadi bagian penting dalam perkembangan ranah keilmuan ini, menghasilkan beberapa kunci penting dalam penelitian - penelitiannya. dibawah kepemimpinan Stuart Hall, CCCS berhasil menemukan kunci penelitian - penelitian empiris yang mengkaji hubungan antara teks dan audiens.kajian budaya telah merubah definisi dari budaya itu sendiri. definisi budaya berubah yang pada awalnya dilihat dari sudut pandang baik dan buruk, kini dilihat sebagai sebagai sebuah kepentingan sosial dan hubungan - hubungan yang terjalin didalamnya.

Rabu, 06 Februari 2008

wuekekekek,,,,


Television
By Bad Religion
television, television, television, television
oh yeah! I want to bask in your golden light,
submerge in electric waves,
I need my connection to the world outside
the world outside is buzzing like an angry wasp in summer,
the candidates are running, and soon the son of God is coming,
crackle mental convolutions tune in to the revolution,
whereby everyone's included so we'll never have to be alone
every atom of my body, blood and sinew, bone and fibre,
I can't distil you from my blood,
you're a hungry germ inside of me,
you're my lover, you're my heroine,
my conscience and my voice,
and I know that I have learned to let you in I
will never have to be alone
I'd take after my mother but she's from a different generation,
I prefer my big brother he's so gentle and understanding,
and I learn what I can from him by the television light,
so that when I'm all alone I know everything's gonna be alright


Kill Your Television
by Robb Wlliams
You can drop it from the highest building with a grin just let it go watch it tumble past the windows hit the pavement down below and shatter upon impact coils wires tubes and glass the couch potato jester becomes a useless harmless mass

kill your television go and set your self free stowe the limitless corporate vision and another's twice told story grab the ad man by the eye balls wipe the smile from his face kill your tv now and save our human race

Wrap the chains up in your attic 'round your old trunk in your room put the tv in that steel chest seal up the video voice off doom find the nearest patch of water be it river lake or sea sink your package in the center for the fishes all to see

Or if you own a gun just stage your own hit and run and make your living room commercial free or take the hatchet from the shed the one with the real sharp edge and exercise your right to privacy

Grab the fire starter fluid from beside the Weber grill make sure adults are present put it on tv at will add newspaper and old kindling fire works from last July do your patriotic duty live tv free light up the sky

Realitas Televisi "The Love Cruise"

"Realitas" dalam realitas televisi
Agen Smith berkata pada Morpheus dalam film The Matrix,,"this zoo,,,this reality,,,this whatever,,,sickens me"
selama kurun waktu bulan september dan oktober 2001, Fox Television Network menayangkan sebuah program acara yang berjudul The Love Cruise. acara tersebut merupakan program acara yang terbilang baru yang kemudian berkembang menjadi tren realitas pertelevisian.
dalam acara ini diceritakan terdapat 16 orang yang telah terpilih untuk menikmati indahnya kapal pesiar mewah yang akan membawa mereka melintasi laut karibia yang sangat indah. dalam perjalananya mereka akan singgah di beberapa pelabuhan yang berbeda - beda, disini mereka akan beristirahat, minum - minum, berdansa, menari dan melakukan aktivitas menarik lainnya. selama dalam perjalanannya ini mereka diharuskan memilih seseorang sebagai pasangannya hingga selanjutnya mereka akan berpasang - pasangan hingga bisa terjalin hubungan yang akrab diantara mereka. permainannya adalah disetiap akhir episode, para pria diharuskan memilih salah seorang wanita yang harus tersingkir dari persaingan, begitu pula sebaliknya dengan para wanita harus memilih pria yang harus tersingkir. pasangan terakhir yang sanggup bertahan hingga tahap akhir perjalanan adalah pemenangnya. dia berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$ 200.000 dan ia berhak mendapat hadiah perjalanan/berlibur keliling dunia.
tayangan ini merupakan sebuah gambaran kontes "realitas" yang menarik. program ini memiliki sejumlah kesamaan dengan beberapa tayangan reality show lainnya seperti Survivor and Big Brother (CBS), The Real World (MTV), Fear Factor (NBC), The Bachelor (ABC) dan masih banyak lagi. poin - poin dibawah ini merupakan 5 buah pelajaran yang berhasil didapat dari program Love Cruise. pikirkanlah kelima poin tersebut dilain waktu ketika anda menyaksikan tayangan yang diklaim sebagai tayangan yang "berdasarkan pada realitas", pikirkan hal tersebut sebagai alasan kenapa realitas televisi itu tidaklah nyata.

1. realitas televisi bukan merupakan realitas
salah satu pemeran dalam acara Love Cruise Anthony pernah berkata " love doesn't really exist on the love cruise, unfortunately iam beginning to learn the same lesson on this ship as i did in life, that people have agendas that aren't necessarily fair". Anthony, disadari ataupun tidak, sebenarnya ia telah menyerang inti dari tayangan itu sendiri. secara sederhana sebenarnya peran televisi dalam hal ini adalah untuk mempromosikan sebuah produk atau gaya hidup. dalam acara The Love Cruise, tiap - tiap peserta berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan pribadinya masing - masing - berusaha memenangkan permainan tersebut dan pulang dengan membawa setumpuk hadiah. ini sebenarnya bukan menceritakan tentang cinta sebagaimana yang sering di ekspos, akan tetapi lebih tepat menggambarkan tentang masalah ketamakan. acara ini bercerita tentang ketamakan seseorang, siapakah yang akan memenangkan semuanya? siapakah yang akan mendapatkan keduanya, cinta dan uang? siapakah yang akan menang? siapakah yang akan terlihat cukup tamak, berkorban dan membayar dengan cara apapun demi memenangkan permainan dan akhirnya menikmati hadiahnya. realitas televisi berkisar pada masalah ketamakan.
2. dalam kehidupan nyata, kemenangan bukanlah segalanya.
banyak tayangan televisi yang menjanjikan hadiah. dalam acara The Love Cruise tujuannya adalah mendapatkan hadiah sebesar US$ 200.000 dan perjalanan keliling dunia, dalam acara Survivor hadiahnya bahkan mencapai US$ 1 juta. sedangkan dalam kehidupan nyata sebenarnya tujuan hidup itu bukanlah uang dan kekayaan. apakah kita bersaing satu sama lainnya dengan alasan untuk mendapatkan kekayaan? lantas apakah hadiahnya? ide - ide dalam acara ini menciptakan kesan yang salah tentang kehidupan. apakah yang disebut pemenang itu ialah orang yang meninggal dengan membawa kekayaan paling banyak? ini cukup menggelikan karena pada kenyataannya, sekali anda meninggal maka itu semua tidak akan ada artinya. tidak ada yang lebih penting selain memberikan sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi masyarakat, daripada hanya sibuk memikirkan kepentingan, kemenangan dan pemenuhan kebutuhan priadinya. mari kita lihat beberapa figur yang pernah tercatat dalam sejarah karena prestasi dan jasanya yang luar biasa. Plato, Wlliam Shakespeare, George Washington, Albert Einstein, dll. apakah kita memberi hormat kepada salah satu dari mereka yang paling banyak memiliki kekayaan? atau apakah kita menghormatinya karena jasa - jasanya yang bermanfaat bagi kita? ini bukan tentang siapakah yang menang, maka dialah yang akan diingat, akan tetapi tentang seseorang yang melakukan sesuatu lebih dari sekedar melayani kepentingan, kebutuhan dan kemenangan untuk dirinya sendiri. televisi menceritakan uang dan ketamakan dengan cara yang sederhana seperti itu. The Love Cruise lebih cocok disebut sebagai opera sabun dengan naskah yang diciptakan lebih fleksibel.
3. kehidupan itu tidak memiliki soundtrack
mari kita lihat bahwa permaianan musik dan soundtrack memainkan peranan penting dan menempati posisi kunci dihampir seluruh tayangan televisi. musik membentuk cerita dan menegaskan komentar - komentar dan argumen - argumen yang muncul. tiap scene dalam tayangan televisi diciptakan dengan pemainan koreographi dan dengan perencanaan yang sangat matang dan sangat hati - hati. musik termasuk didalamnya. ketika dalam suasana bahaya ; musik yang menegangkan. ketika dalam suasanan santai ; musik romantis. ketika dalam suasana kompetisi ; diputar dengan musik tempo cepat. musik menjaga penonton agar tetap merasa tertarik dan membiarkan editor bercerita lewat gambar / video.
4. dalam televisi tidak ada istilah kesalahan.
program - program acara televisi melalui proses editing dan selanjutnya disatukan hingga membentuk satu rangkaian cerita. tayangan seperti Love Cruise dan Survivor hanya memperlihatkan sebagian kecil saja dari yang sesungguhnya terjadi.
5. ini semua merupakan permainan kamera
orang - orang yang berada dalam tv adalah aktor. ketika mereka tampil, maka mereka tidaklah sendirian, terdapat kru kamera disekitar dia dengan peralatan lighting dan operator audio serta posisi dan peran lainnya yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah acara yang berkualitas. tidak ada seorangpun yang "real/nyata" ketika ia berakting didepan kamera. dalam acara The Love Cruise, seseorang akan menangis di hampir tiap episode, dia melakukan hal itu karena mereka ingin mengembangkan jalannya cerita supaya terlihat semakin dramatis. para pemeran dalam acara tersebut dipilih orang - orang yang menarik , mereka adalah orang - orang yang bisa terlihat menarik didepan kamera.

kenapa kita mempelajari itu semua? seringkali orang - orang bingung memahami televisi dengan kehidupan nyata. secara tidak sadar, tapi dibalik pemahaman tentang televisi mungkin mereka menerimanya sebagai "the way life is in some ways". dampak negatif dari tayangan televisi yang menekankannya menjadi sebuah "realitas" sama berbahayanya dengan sindrom tentang kecantikan dimana seseorang yang disebut ideal adalah mereka yang dalam televisi digambarkan sebagai sosok berkulit putih, rambut lurus, dll. tidak ada pencitraan dan gambaran yang nyata dalam televisi. televisi hanya menyajikan acara untuk menjual sesuatu dan mempromosikan sebuah produk lewat iklan. itu semua mungkin hiburan juga, akan tetapi tujuan utamanya supaya orang - orang menonton dan terpengaruh lewat tayangan tersebut. ketika tidak ada seorangpun yang menonton tayangan ini, maka fantasi pun berakhir.