PARTNER

Jumat, 21 September 2007

teori kultivasi

teori kultivasi
televisi membentuk konsep realitas sosial
sejarah dan orientasi
seiring dengan kemerosotan teori jarum hipodermis, kini munucul perspektif baru yang disebut dengan teori stalagmit. metapor ini digunakan untuk menjelaskan bahwa efek media terjadi seiring berjalannya waktu dengan tempo yang lambat hingga bisa menciptakan sebuah stalagmit yang menggantung di dinding goa. salah satu teori populer yang mendukung perspektif ini adalah teori kultivasi. teori kultivasi atau sering disebut juga sebagai hipotesis kultivasi atau ananlisis kultivasi, merupakan sebuah pendekatan yang dibuat oleh george gerbner. diamemulai penelitiannya tentang indikator budaya pada pertengahan tahun 60-an. dalam rangka mempelajari bagaimana televisi dapat mempengaruhi pemikiran pemirsanya dalam rangka menerjemahkan fenomena - fenomena yang terjadi didunia atau disekelilingnya. penelitian kultivasi termasuk kedalam tradisi efek media dalam ilmu komunikasi. para pakar teori ini berpendapat bahwa televisi memiliki efek yang relatif kecil akan tetapi sifatnya yang simultan maka ia memiliki efek yang memanjang, memiliki efek yang gradual, tidak secara langsung mempengaruhi akan tetapi berjalan secara kumulatif dan efek yang cukup signifikan.
asumsi utama dan pendapat - pendapat
teori kultivasi dalam bentuknya yang paling mendasar, percaya bahwa televisi bertanggung jawab dalam membentuk, atau mendoktrin konsepsi pemirsanya mengenai raelitas sosial yang ada disekelilingnya. kombinasi efek massif dari televisi yang diberikan secara simultan, terus - menerus, secara tersamar telah membentuk persepsi individu/audiens dalam memahami realitas, sosial.lebih jauh lagi hal tersebut akan mempengaruhi budaya kita secara keseluruhan. gerbner berpendapat bahwa media massa menanamkan dan memperkuat ide - ide dan nilai yang telah terbentuk sebelumnya di dalam masyarakat/budaya yang telah terbentuk, media mempertahankan dan menyebarluaskan nilai - nilai tersebut diantara anggota - anggota kebudayaan tersebut, dan mengikatnya menjadi sebuah kesatuan. dia berpendapat juga bahwa media massa telah menanaman ide - ide mengenai kecenderungan - kecenderungan perspektif politik. gerbner menyebutnya sebagai efek "mainstreaming" atau efek yang tendensius. para pakar teori ini memisahkan antara efek pertama "first order" dan efek kedua "second order". efek pertama yakni mengenai keyakinan - keyakinan yang bersifat umum mengenai fenomena - fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari - hari, contohnya kelaziman melakukan kekerasan. dan efek kedua seperti, perilaku yang sifatnya spesifik, contohnya taat kepada hukum untuk keamanan pribadi. hal ini pun mencerminkan adanya kategorisasi audiens kedalam dua jenis penikmat televisi, yakni "penonton berat/pecandu televisi" dan "penonton ringan". kita akan memberikan perhatian lebih kepada pecandu berat televisi, yakni pecandu berat televisi yang seakan - akan dia lebih terpengaruh atau lebih percaya kepada realitas yang dibentuk oleh media dibandingkan dengan kepercayaannya terhadap realitas yang dia alami sendiri secara langsung. kategori penonton kedua mungkin memiliki lebih banyak sumber informasi dari pada kategori penonton yang pertama. "resonansi" menjelaskan efek intensif yang kemudian akan diterima oleh audiens tentang apa yang mereka lihat di televisi adalah merupakan apa yang telah mereka alami dalam kehidupan sehari - hari. takaran ganda dari pesan yang ada ditelevisi ini memungkinkan muculnya efek kultivasi.
metode yang kerap digunakan
analisis kultivasi biasanya memasukan hubungan data - data dari analisis isi media dengan data - data hasil dari penelitian terhadap audiens (untuk menemukan adanya pengaruh pencitraan - pencitraan tertentu terhadap perilaku - perilaku audiens). penelitian terhadap audiens menurut para pakar teori ini mencakup didalamnya masukan dari data - data hasil survey yang dilakukan secara luas atau dengan skala nasional guna menghitung pengaruh televisi terhadap tingkat kekerasan yang terjadi dalam kehidupan sehari - hari.

5 komentar:

Vani mengatakan...

sebuah informasi menarik nie.... apalagi pas bgt, ak ambl teori ini buat skripsiku. tp....btw sumber dr tulisanmu dr mana y?

Anonim mengatakan...

waduh udah lupa e mba,,,ngambil sumbernya darimana ya,,,-kabuuuuur-

writer mengatakan...

permisi, boleh mengambil isi disini . buat tugas,dan saya minta ijin mengcopy nya.bila ada apa-apa tolong hubungi via blogspot ya, anda tulis saja komentar disitu. terima kasihterima kasih atas postingannya,wassalam

admin mengatakan...

terima kasih sudah berkunjung...syukur kalo apa yang saya tulis dapat bermanfaat.

Anonim mengatakan...

kalau pengaruh media ke fashion, bisa pake teori kultivasi juga apa ngga?