PARTNER

Rabu, 19 September 2007

stereotype dalam budaya pop

beberapa karakteristik stereotype :
1. stereotype merupakan standarisasi konsepsi atau gambaran - gambaran mengenai group - group tertentu, baik itu berdasarkan kategorisasi kesukuan, ras, agama, dll. stereotype merupakan "mental cookie cutters", mereka memaksakan pola - pola penilaian yang sederhana terhadap kelompok - kelompok tertentu, atau terhadap sekumpulan massa yang kompleks dan mereka menetapkan karakteristik - karakteristik tertentu untuk menggambarkan keseluruhan anggota kelompok tersebut. secara sederhana dapat dikatakan stereotype merupakan generalisasi terhadap kelompok - kelompok tertentu dan biasanya merupakan penilaian yang negatif. dalam budaya pop, kita dapat menganalisa beberapa karakteristik stereotype yang sering digunakan sebagai dasar dari penggunaan stereotype tersebut. diantaranya adalah, pertama, stereotype berdasarkan umur. misalnya semua anak muda menyukai lagu - lagu rock dan mereka biasanya tidak memiliki rasa hormat terhadap orang - orang yang lebih tua darinya. kedua, stereotype berdasarkan jenis kelamin/sex. misalnya, lelaki hanya menginginkan sesuatu hal dari seorang wanita. ketiga, stereotype berdasarkan ras. misalnya, semua orang jepang kelihatan mirip satu sama lainnya. keempat, stereotype berdasarkan agama. misalnya, semua penganut katolik lebih mencintai paus paullus daripada negaranya sendiri.kelima, stereotype berdasarkan jenis pekerjaan. misalnya, semua pengacara itu rakus. keenam, stereotype berdasarkan kebangsaan. misalnya, semua orang jerman adalah nazi, penghasut perang. stereotype juga bisa berdasarkan tampat. misalnya, semua perkotaan merupakan tempat dosa atau tempat maksiat.. sebaliknya kota kecil relatif aman dan bersih dari maksiat. kedua berdasarkan sesuatu. misalnya, semua mobil buatan amerika memiliki harga yang lebih murah dan dibuat secara sembarangan. atau yang dikatakan rumah yang bagus adalah rumah yang memiliki halaman rumput yang luas, garasi mobil yang cukup besar, dan setidaknya memiliki dua kamar mandi.
2. konsepsi yang terstandarisasi itu dibuat secara umum oleh anggota - anggota kelompok - kelompok tertentu.pencitraan - pencitraan stereotype biasanya dibagikan atau digunakan secara bersama- sama dan diyakini oleh mereka - mereka yang memiliki persamaan dalam segi kerangka fikir. itulah caranya mereka memberikan penilaian - penilaian kepada kelompok - kelompok tertentu.
3. stereotype merupakan bentuk ekspresi langsung mengenai keyakinan dan nilai - nilai yang di pegang masing - masing pihak. stereotype merupakan sebuah alat yang sangat bermanfaat untuk menganalisa budaya pop, karena tiap kali stereotype itu berhasil dibuat dan diidentifikasi, maka secara otomatis menyediakan kepada kita tentang hal - hal yang tersembunyi, dan membongkar ekspresi - ekspresi yang mungkin tersembunyi dalam keprecayaan - kepercayaan dan nilai - nilai tertentu. artinya bahwa stereotype sangat bermanfaat terutama dalam mengusut perubahan - perubahan yang terjadi dalam hal perubahan pemikiran - pemikiran dalam budaya pop -- yang merupakan cara dimana kepercayaan - kepercayaan dan nilai - nilai dihubungkan dengan kelompok - kelompok tertentu sepanjang waktu. perilaku orang - orang amerika secara perlahan berubah kearah perilaku orang rusia. misalnya, secara mudah ditandai lewat perubahan pola - pola stereotype yang dihubungkan dengan mereka.
stereotype memiliki fungsi alami terhadap manusia/konstruk pemikiran budaya dan oleh karena itu hal tersebut memiliki nilai yang netral dari segi moral dalam diri mereka masing - masing. budaya, meskipun membentuk perilaku bermoral ataupun perilaku yang tidak bermoral, yang berdasarkan pada kepercayaan - kepercayaan dan asumsi - asumsi yang secara implisit menyederhanakan stereotype, dan setiap budaya cenderung menyederhanakan realita yang kompleks agar bisa memutuskan perilaku yang lebih baik lagi dalam setiap situasi apapun.
stereotype memiliki fungsi alami dan inipun sesekali berfungsi dalam situasi - situasi tertentu. dalam situasi - situasi tertentu, hal ini sewaktu - waktu sangat bermanfaat untuk membuat klasifikasi - klasifikasi terhadap individu - individu. istilah "freshman" didalam kampus membawa kita kepada pemikiran citra - citra tentang orang - orang baru atau pendatang baru dikampus yang kurang begitu familiar dengan situasi dan kehidupan intelektual di kampus. tentu saja banyak "orang baru" jangan langsung percaya dengan pandangan sempit ini. walaupun demikian, stereotype terhadap "orang baru" telah memberikan manfaat kepada para pengajar di kampus untuk membuat sebuah pelajaran perkenalan atau untuk memperkenalkan mereka pada lingkungan baru mereka dan sekaligus telah memberikan inspirasi kepada organisasi - organisasi kampus untuk membuat sebuah acara perkenalan dengan maksud untuk memperkenalkan mereka pada situasi dan lingkungan baru mereka. seperti acara "ospek".
fungsi kedua dari stereotype yang tidak kalah bermanfaatnya adalah, dalam hal penggunaannya dalam istilah 'countertype". countertype adalah stereotype yang sifatnya posistif untuk membuat citra - citra tandingan atau mengganti atas citra - citra negatif yang sudah dilekatkan sebelumnya. stereotype negatif terhadap orang - orang afro amerika telah diserang oleh gerakan countertype di tahun 60-an dan 70-an khususnya dalam film, misalnya dalam film "guess who's coming to dinner and shaft" dimana para kulit hitam dicitrakan kuat, dinamis, dan intelek.upaya tersebut terus berlangsung hingga sekarang lewat citra - citra positif dalam "bumpies" (Black Upwardly Mobile Professionals) dalam program - program televisi seperti dalam "the cosby show" dan L.A. Law. stereotype negatif terhadap "women as helpless Victims" telah ditantang pada waktu belakangan ini dengan gerakan - gerakan countertypes didalam televisi yang mengga,barkan wanita sebagai sosok yang kuat. countertypes merupakan refleksi yang penting dari keyakinan dan nilai yang populer tapi setidaknya ada dua karakteristik yang perlu diketahui untuk menggambarkan countertypes.
1. countertypes sama saja merupakan stereotypes, artinya bahwa hal ini sama saja merupakan perilaku yang menyederhanakan atau menyempitkan pandangan terhadap kelompok - kelompok tertentu.
2. countertypes kadang hanya merupakan upaya perbaikan dalam tataran permukaannya saja. dalam countertypes akan anda temukan steretype - stereotype yang telah dilekatkan sebelumnya.
empat karakteristik stereotypes :
Lippmann berpendapat bahwa stereotype adalah ;
1. sederhana/simple ; lebih sederhana dari realitas sebenarnya.
2. memerlukan tangan kedua.
3. semua stereotype itu salah.
4. tahan perubahan.

Tidak ada komentar: