PARTNER

Rabu, 14 Mei 2008

heboh setan maen hape!


setan maen hape?setan maen sms/nelfon?kalo boleh tau pake hape merek paan ya?beli pulsanya dimana juga?ada juga yang bilang kalo itu santet lewat hape...gilee bener modernisasi di bidang perdukunan?
whatever apapun itu, yang jelas masyarakat luas sudah mulai terpengaruh dengan keberadaan isu itu, bahkan ada yang sampe rela matiin hape gara - gara ada informasi massifikasi sms itu ke beberapa negara..eit..bukan cuma masyarakat luas ternyata dunia blogger pun kini dipenuhi dengan tema - tema ini (termasuk saya juga).
yang jelas belum ada bukti dan fakta ilmiah yang membenarkan kejadian tersebut dihubungkan dengan isu -isu yang beredar belakangan ini. jadi pada intinya masyarakat dihimbau untuk tidak panik dalam menyingkapi isu ini.oke lah mungkin bagi sebagian kalangan hal ini bisa cukup efektif menjadi solusi hanya dengan sebuah himbauan, akan tetapi bagaimana dengan golongan masyarakat lainnya?apakah mereka sudah cukup memahami hanya dengan sebuah himbauan?
yang justru menjadi kekhawatiran adalah campur tangan media dalam hal ini televisi yang ikut meramaikan isu ini. kita tahu sendiri tv adalah media yang paling banyak di nikmati dari berbagai kalangan dan oleh segala penjuru dunia. bisa dibayangkan efeknya seberapa luas?seperti dijelaskan sebelumnya, oke lah himbauan mungkin cukup efektif terutama bagi negotiated reader atau oppotitional reader, tapi kemudian bagaimana dengan dominan reader yang justru paling banyak jumlahnya? tampaknya sebuah himbauan belum cukup. sesuai dengan ciri - cirinya, dominan reader adalah kelompok masyarakat / penonton yang mengikuti arus dominan pemberitaan media - media, apapun kata media ia kunyah habis - habisan tanpa ada upaya kritis sebelumnya. (berita tentang dua orang yang meninggal seketika setelah menerima telfon dari "setan merah" ( MU kaleeeee)).
kita tidak bisa menutup mata bahwa memang isu ini telah berhasil mempengaruhi sebagian besar masyarakat, fakta bahwa masyarakat resah adalah benar - benar adanya.(diluar benar tidaknya isu ini yang saya yakin ini adalah permainan elit para operator selular)!
maka dari itu, kalo menurut saya sudah kita cukup kan sekian pembahasan - pembahasan mengenai benar tidaknya isu ini, karena sudah sangat jelas sekali tidak ada bukti ilmiah bahwa hal ini merupakan benar - benar ulah si sms merah atau si manchester united tadi. sebaiknya memang diskusi ini kita alihkan kepada bagaimana caranya mengembalikan kesadaran para dominan reader. sudah cukup banyak data - data yang bisa kita jadikan referensi mematahkan teori - teori yang nyeleneh itu. malahan jika kita terus - menerus menperdebatkan masalah ini, berarti kita sama saja memelihara isu tersebut tetap dalam sebuah agenda politis dan terus akan menjadi isu yang naik daun dan terpelihara. tapi jika kita lebih fokus ke arah rekonstruksi mental maka isu tersebut sedikit demi sedikit akan hilang dengan sendirinya.
isu tentang adanya sinar infra merah, itu bohong,,infra red ma gelombang sinyal hape beda jalur. sebelum sinyal itu sampe ke hape, BTS bisa njebluk duluan. lucunya isu ini justru berasal dari WHO yang kemudian diklarifikasi WHO sendiri bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan statement itu????kita memperdebatkan masalah ini padahal sehari - harinya kita bergelut dengan infra red yang ada di remote televisi, remote ac. hape, tapi kita jarang mempermasahkannya.
kematian mendadak yang sebelumnya disinyalir karena menerima telfon dari sang setan juga gak benar,,dalam dunia kedokteran kematian mendadak hanya bisa terjadi karena serangan jantung, stroke, dan bukan karena infra red yang merambat melalui hape. meskipun memang bisa saja terjadi akan tetapi belum ada teknologi yang sampai ke arah itu. dan juga bisa juga kematian bisa terjadi jika ada over shocking yang begitu dahsyat, maka kematian dua orang di sumatera lebih logis jika hal ini karena mereka terkena salah satu alasan diatas, bukan karena sms atau telfon merah. dan juga kondisi supershock inipun hanya bisa terjadi jika ada serangan psikologis yang sangat dahsyat pula yang susah untuk dilakukan, apalagi orang tersebut dalam kondisi fit.
dan masih banyak lagi teori - teori yang menyimpang dan tidak berdasar.
dari beberapa penjelasan diatas, so theres no doubt to believe that its absolutely unreal!
ada beberapa analisa yang bisa kita jadikan pedoman untuk melihat isu ini secara ilmiah,
1. sipakah yang paling diuntungkan dengan adanya isu ini?
kemungkinan besar dialah yang menjadi pelakunya, logikanya dia tidak mungkin melakukan hal tersebut jika tidak ada keuntungan yang hendak dicapai.
2. siapakah yang memiliki power untuk melancarkan aksinya ini?
3. siapakah yang paling dirugikan?
kemungkinan besar dialah yang menjadi target isu ini.
tapi dari sini setidaknya kita memiliki beberapa poin penting yang bisa kita ambil hikmahnya,
1. kita sadar betapa kuatnya pengaruh media
2. kita sadar bahwa wawasan literasi media sangatlah penting
3. kita sadar bahwa sebagian besar masyarakat kita masih bisa dengan mudah di provokasi.
oleh karena itu, bagaimana caranya kita membangun sebuah masyarakat yang melek media supaya bisa mencerna tiap pesan yang berasal dari media sehingga tidak di terima secara taken for granted. untuk mewujudkan cita - cita ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki kemampuan dan memiliki kewenangan dalam masalah tersebut. sebenarnya sudah ada departemen komunikasi dan informatika tapi tampaknya belum keliatan aksinya. kalo dulu ada departemen penerangan yang saya anggap masih sangat kita butuhkan, bukannya pro orde baru yang manipulatif akan tetapi saya lebih setuju adanya departemen penerangan yang tidak menjadi institutional state apparatus, yang hanya menjadi antek pemerintahan akan tetapi departemen penerangan yang bisa lebih menjalankan tugasnya sesuai dengan cita - cita reformasia!atau kita bisa memberdayakan LSM - LSM media watch untuk memberikan lebih banyak ilmu dalam literasi media. ataupun yang paling gampang dari diri kita sendiri yang sudah cukup paham dengan masalah ini untuk tampil didepan menjadi seorang opinion leader minimalnya ditengah keluarganya dan para tetangga. upaya - upaya ini tidak hanya bermanfaat kali ini saja, akan tetapi akan sangat bermanfaat dikemudian hari mengingat begitu dahsyatnya efek media. selain itu sekarang media - media di indonesia dipenuhi oleh citra - citra yang bisa membahayakan bagi khalayak, malah bisa dikatakan tiap pesan yang berasal dari media harus bisa ditafsirkan dengan cara - cara yang kritis. kenapa sih kita hanya menaruh perhatian lebih untuk isu ini padahal diluar sana masih banyak sinetron - sinetron yang menyebarkan cara hidup konsumtif, merendahkan derajat perempuan, eksploitasi seksualitas yang berlebihan, berita - berita yang tidak benar, sinetron - sinetron perselingkuhan, sinetron - sinetron religi yang hanya mengejar kebutuhan rating dan bukan kebutuhan rohani, atau pembodohan - pembodohan dari tayangan iklan - iklan yang tidak bertanggung jawab, acara talent show sebagai strategi kapitalis yang bersembunyi di belakang ajang pencarian bakat, atau sinetron - sinetron yang hanya menyajikan mimpi - mimpi dan menyebarkan budaya barat yang tidak sesuai, atau bahkan acara - acara gosip yang memiliki rating cukup tinggi.
maka dari itu, mari kita bangun dari mimpi panjang kita,masih banyak masalah yang harus kita selesaikan yang kita sendiri tidak menyadari kehadirannya. dan inilah yang paling berbahaya saat kita tidak sadar bahwa itu semua menyimpan sebuah dampak yang cukup berbahaya, semua citra - citra yang ada dalam sinetron - sinetron kita amini begitu saja sebagai sebuah normalitas alami yang bahkan kita tidak mampu untuk mempertanyakannya lagi.
banyak bukti - bukti yang bisa membenarkan betapa dahsyatnya efek media, sebelumnya kita pernah dengar isu kolor ijo, hantu pocong, sekarang ada sms merah, dan nanti apalagi?
udahlah kebanyakan nih penjelasan yang gak jelas ini....hiks...hiks...
sekedar pengen tau...kirimin aku aja nih ke 081802072194,,sekedar usul, jangan pake warna merah ganti dunk pake warna pink biar romantis gitu.wkwkwkwkwkwkwk....
ada - ada aja...setan maen hape...griiin....griiinn....
o ya isu BBM akan naik, itu juga cuma isu..itu semua gak bener,,yang benernya BBM bener - bener naik...griiin....griiinnn....hiks...hiks....awas tuh banyak yang nimbun BBM...tindak dengan keras aja Dan!oke langsung menuju TKP...





Kamis, 21 Februari 2008

fungsionalisme media


fungsionalisme media
jika ada sebuah pohon yang runtuh di tengah hutan, dan media tidak melaporkannya / tidak memberitakannya, maka apakah pohon itu benar - benar runtuh??? ini merupakan sebuah pernyataan bahwa fungsi utama dari media adlah untuk menciptakan sebuah realitas. apakah implikasi dari pernyataan tersebut? sesuatu dapat dikatakan fungsional jika ia memiliki kontribusi dalam memelihara kondisi dan stabilitas apapun dimana hal ini termasuk kedalam bagian itu sendiri. dan hal ini menjadi tidak berfungsi ketika ia menjadi faktor ketidakstabilan. bagaimanapun juga, radio dan televisi dapat dikatakan fungsional ketika ia menyediakan sejumlah data dan informasi berharga bagi masyarakat, meginformasikan sebuah produk, memenuhi pola - pola konsumsi, dimana hal ini memberikan angin segar untuk pemeliharaan ekonomi pasar, serta memperkuat posisi nilai status quo lewat hampir diseluruh bagian proses produksi. mendasarkan pada analisis sosiologis hal tersebut diatas juga merupakan fungsi - fungsi yang memang diharapkan dan sekaligus juga merupakan fungsi - fungsi yang tidak diharapkan. sebagai contoh, fungsi utama dalam sebuah program berita mungkin disajikan guna menginformasikan kepada audiens, disisi lain fungsi laten yang dimilikinya mungkin bermaksud untuk mendoktrin audiens tentang nilai dan kepercayaan - kepercayaan tertentu. sebuah berita dan program tertentu mungkin juga tidak fungsional sebagaimana yang diharapkan, oleh jangkauan mereka, untuk menggambarkan sebuah kondisi dunia yang lebih penuh dengan kekerasan sebagaimana yang sebenarnya terjadi. hal - hal tersebut mungkin keduanya merupakan sebuah kesadaran atau ketidaksadaran dari efek penyebaran sebuah berita. kalangan jurnalis mungkin melakukan protes bahwa mereka sebenarnya tidak melakukan doktrin kepada audiensnya, sebaliknya hanya semata - mata untuk memberikan informasi saja kepada audiens. akan tetapi dalam memilih sebuah kejadian yang akan diberitakan, dalam editing, pembuatan naskah berita dan memilih program berita manakah yang akan menjadi prioritas utama, tentu saja mereka memberikan dan menawarkan sebuah pandangan dunia tertentu dalam memahami sebuah kejadian. analisis sosiologis tertarik untuk memahami peran media dalam mencitrakan sosok perempuan, sosok gay, orang kulit hitam, remaja, dan bahkan mereka yang divable. hal ini memberikan anggapan bahwa penonton selalu mengidentifikasi dirinya dengan sosok pahlawan dalam produksinya dalam rangka apa yang mereka lihat dalam menciptakan identitas mereka sendiri. anda dapat dengan berguna merefleksikan hal ini, pernahkah diri anda sendiri terperangkap dalam karakter - karakter tokoh dalam film tertentu? jelas sekali, media memiliki fungsi laten yang secara umum menghasilkan sebuah praktik sosial yang disebut sebagai "social teaching". kaum analis sosiologi menekankan bahwa nilai - nilai yang terdapat dalam karakter - karakter tokoh yang digambarkan dalam media, disajikan untuk audiens, yang didalamnya terdapat nilai - nilai kemasyarakatan tertentu, nilai - nilai tersebut disimpulkan menjadi sesuatu hal yang penting oleh media, sebagaimana mereka mempengaruhi nilai - nilai masyarakat, dimana ia berbalik memberikan pengaruh terhadap perilaku mereka. contohnya, kaum perempuan kerapkali dicitrakan sebagai sosok idiot yang tertarik untuk menggunakan sabun pembersih yang baru, atau yang bersikeras ingin berjalan sendirin dalam kegelapan malam padahal dia tau bahwa seorang maniak tengah menunggu. lihat karakter lainnya, seperti gay dan lesbian. lewat perspektif sosiologi, peran media menekankan pada individual bahwa mereka dilihat sebagai representasi dari kelompok - kelompok sosial tertentu. apakah anda merasa bahwa pencitraan negatif terhadap kelompok tertentu tersebut menimbulkan sebuah konsekuensi negatif bagi mereka dalam masyarakat. ini hanyalah penjelasan singkat dari perspektif atau pendekatan sosiologis dalam analisis medi, dan khususnya dalam konteks fungsionalisme.